Sukses

Check-in yang sangat dibutuhkan

Isu 03, 2020

Check-in yang sangat dibutuhkan

Devashish |penulis

Isu 03, 2020


Bahkan ketika kegiatan wisata dibatasi karena karantina wilayah imbas dari COVID-19, industri perhotelan telah dari awal berada di garis depan dalam perang melawan pandemi ini, baik itu berfungsi ganda sebagai fasilitas karantina atau memberikan makan bagi yang membutuhkan. Aarti Kapur Singh bersama Devashish Vaid menjelaskan peran baru dari bidang perhotelan berikut

Virus korona telah menyorot bagaimana sikap peduli terhadap orang lain merupakan hal yang penting. Sementara bidang pariwisata dan perhotelan kini menerima dampak pertama dan barangkali terburuk dari imbas ekonomi di tengah pandemi ini, namun virus mematikan ini tidak dapat membuat kabur semangat industri ini. Beberapa hotel – baik jaringan maupun properti mandiri – telah terbukti memberi dukungan yang dibutuhkan bagi para tamu-tamu yang terdampar dan menjadi penyedia layanan darurat di seluruh penjuru negara ini.

BERUBAH FUNGSI

Banyak hotel sedang mendukung perlawanan melawan COVID-19 dengan mengubah properti-properti mereka menjadi fasilitas karantina di samping juga mengakomodasi wisatawan-wisatawan yang terdampar. Beberapa hotel bahkan telah mengubah ruang-ruang hotel menjadi kamar isolasi baik bagi individu maupun korporat. Hampir 50,000 ruang-ruang hotel di seluruh negara ini yang tergolong jaringan hotel seperti ITC, Indian Hotels Company Limited (IHCL), Lalit, Lemon Tree, Sarovar Group, Radisson Hotels, InterContinental Hotels Group (IHG) dll telah disisihkan untuk tujuan karantina bagi pasien-pasien dalam pengawasan dan wisatawan-wisatawan terinfeksi tanpa gejala atau untuk mengakomodasi para staf medis dalam melawan wabah COVID-19. Di saat India meluncurkan Misi Vande Bharat, upaya pemulangan untuk membawa kembali warga negara India yang terdampar di seluruh dunia, beberapa hotel juga telah dipilih untuk menawarkan fasilitas-fasilitas untuk mengarantina para wisatawan ini. Di Delhi, perhotelan termasuk Hotel Taj Mahal, Hotel Shari-La’s Eros dan Le Meredien. Jaringan hotel seperti Hotel Lemon Tree, Accor dan Radisson juga telah menawarkan pelayanan-pelayanan karantina untuk orang-orang terinfeksi tanpa gejala selama karantina wilayah ini. Wakil Presiden dari Asosiasi Hotel dan Restoran India (FHRAI), Gurbaxish Kohli, mengatakan: “Industri perhotelan dan para pengusahanya telah membuka pintu mereka untuk mendukung masyarakat serta otoritas pusat, wilayah dan lokal dalam melawan pandemi COVID-19.”

Seorang staf perhotelan sedang membersihkan sebuah ruangan bagi orang-orang yang harus menjalani karantina wajib selama 14 hari setelah kembali ke Siliguri, Bengal Barat

Jaringan perhotelan juga telah menyediakan makan bagi mereka yang sedang berjuang di garis depan di tengah pandemi ini – staf medis, personel polisi, petugas pemerintah dan banyak lagi. Berbicara tentang pelayanan komunitas, Vijay Dewan, MD, AS Park Hotels, mengatakan, “Di Kolkata, kami bekerja dengan pemerintah pusat dan telah menugaskan 20 kamar bagi para praktisi kesehatan dan staf medis yang sedang berjuang melawan wabah COVID-19 ini. Beberapa dari hotel kami tetap beroperasi dan kami memastikan yang terbaik yang dapat kami lakukan untuk menjaga setiap orang tetap aman.” Shwetank Singh, VP, Manajemen Pembangunan dan Aset, InterGlobe Hotels mengatakan, “Di New Delhi, kami sedang memberikan dukungan penuh dan bantuan kepada pemerintah dalam upaya-upaya mengendalikan wabah ini. Saat ini, kami menyisihkan 149 kamar di tiga lantai khusus bagi tamu-tamu yang diinstruksikan oleh pihak berwenang untuk menjalani karantina mandiri setelah tiba dari tujuan internasional. Kami juga sedang berkoordinasi dengan kedutaan yang bersangkutan dan telah menawarkan pelayanan kami kepada para wisatawan internasional yang terdampar di India. Kush Kapoor, CEO – Roseate Hotels & Resorts menambahkan, “Juga sangat penting sebagai sebuah brand mewah terkemuka dan menjadi bagian dari ekosistem ini untuk menawarkan bantuan satu sama lain di masa-masa sulit seperti ini. Kami secara aktif sedang melakukan upaya masyarakat dan mendukung distribusi pangan bagi orang-orang yang membutuhkan tentunya dengan cara aman dan higienis.”

Staf perhotelan dari kelompok jaringan perhotelan Roseate sedang bersiap-siap untuk mendistribusikan makanan-makanan yang dipersiapkan secara higienis kepada orang-orang yang membutuhkan

DAMPAK NEGATIF

Pandemi ini telah sangat mempengaruhi industri perhotelan. Di tengah siklus wisata global yang juga sangat terganggu, tingkat pemesanan kamar hotel juga turun dan aliran dana menjadi tantangan besar bagi industri ini. Kebanyakan jaringan hotel kini sedang menanti kembalinya situasi normal seperti sedia kala. Laporan industri memprediksikan akan ada penurunan pendapatan sebesar 80 persen dibanding tahun 2019 di sektor ini.

Personil polisi India menggunakan masker wajah sebagai salah satu langkah pencegahan di wilayah luar sebuah hotel di Amritsar, Punjab

BERUPAYA KEMBALI

Mengingat inisiatif-inisiatif pemerintah dalam mempromosikan produk-produk dan pelayanan-pelayanan domestik dan lokal, pelaku bisnis hotel kini menyematkan harapan mereka pada perjalanan domestik. “Kami akan berfokus pada pasar lokal dan domestik. Segmen perhotelan dan pariwisata diharapkan akan melihat peningkatan permintaan dari para wisatawan domestik pasca terkendalinya wabah ini,” tambah Dewan. “Untuk menerapkan kehati-hatian dan memastikan lingkungan yang aman bagi para tamu, kami dengan sukses telah meluncurkan sebuah program dengan prosedur standar operasi yang ditingkatkan agar tidak ada kebutuhan yang terlewatkan ketika menyangkut pelayanan tamu, makan dan pengiriman walaupun dengan cara tanpa sentuhan,” tambah Kapoor. Hingga sektor perhotelan kembali seperti semula, penggunaan properti hotel sebagai fasilitas karantina dan tempat tinggal bagi para staf medis sangat membantu pihak berwenang dalam upaya-upaya untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 di India.

Devashish

Devashish adalah seorang penggemar travelling dan seorang pencerita yang senang membagikan cuplikan, rasa dan pemandangan dari perjalanan-perjalanannya, yang dilakukan kebanyakan via darat. Idenya di bidang wisata berkisar antara pengalaman-pengalaman langsung dengan orang-orang dan cita rasa yang sebenarnya dari tempat tujuan tersebut.
error: Content is protected !!