Kemajuan Sukses

Mandat

Isu 03, 2019

Mandat

Patanjali Pundit |penulis

Isu 03, 2019


Dengan jumlah pemilih sebesar 900 juta, proses pemilihan India benar-benar terasa sebagai tugas Hercules. Kemenangan yang gemilang pada kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh pemilih pada visi pemerintah bagi India baru

Mei 2019 tidak diragukan lagi akan dikenang sebagai sebuah momen penting dalam sejarah politik India. Dalam sejarah pemilihan India, baru tiga kali partai politik telah berhasil memenangkan dua masa jabatan berturut-turut dengan mayoritas penuh. Hal ini juga membuat Perdana Menteri India, Narendra Modi menjadi PM pertama dan satu-satunya yang lahir setelah kemerdekaan India yang memenangkan dua masa jabatan berturut-turut. Selama kampanye pemilihan, sang Perdana Menteri memimpin dari paling depan, berbicara tentang visi kepemerintahan, pencapaian dan kebijakannya. Kampanye ini berfokus pada sebuah sikap kebijakan agresif terhadap terorisme, sebuah citra yang bersih dan kerja keras, dan sebuah visi naratif bagi India sebagai sebuah negara superpower yang baru dan kuat yang selaras dengan lowongan kerja pemuda dan aspiratif, memotong lintas kasta, gender dan agama.

Tetapi hal tersebut hanya merupakan fakta kering. Apa artinya bagi seseorang di jalanan adalah pemerintahan yang lebih baik, ekonomi yang maju dan masa depan yang lebih baik pula.

Nusrat Jahan dan Mimi Chakraborty, anggota parlemen yang baru terpilih dari Bengal Barat, tiba untuk sesi pertamanya di Perlemen, dengan mewakili generasi selanjutnya dari India

Saat ini, dipelopori oleh seorang pemimpin yang kuat, yang didukung oleh mayoritas kepemerintahan, India siap untuk memulai perjalanan baru. Dengan sebuah kepemerintahan yang stabil, sebuah kondisi ekonomi yang tumbuh pesat dan demografi jumlah pemuda yang tinggi (15 juta pemilih yang berpartisipasi pada pemilihan umum untuk membentuk Lok Sabha ke-17 di antaranya berumur 18-19 tahun), “India baru” siap melaju dari garis start.

Stabilitas dan ekonomi

Bahkan sebagaimana India akan melakukan pemungutan suara dalam pemilihan baru yang selesai baru-baru ini, para ahli kebijakan keuangan berharap akan kepemerintahan satu partai yang kuat. Sebuah kepemerintahan partai tunggal, sebagaimana telah terbukti sebelumnya, membuat proses pembuatan kebijakan negara ini lebih cepat. Dari perubahan administrasi, hingga proyek-proyek infrastruktur dan dari bidang pertahanan hingga keuangan, sebuah kepemimpinan yang kuat membuat proses pengambilan keputusan di seluruh bidang menjadi lebih sederhana.

Sementara kemenangan spektakuler PM Modi mungkin bukan merupakan obat mujarab selama semalaman bagi tantangan ekonomi India, namun para ahli mengatakan hal ini tentu akan menutup lubang yang telah memaksa ekonomi negara ini untuk melambat. Hasilnya telah mulai tampak. Dalam, sebulan dari kepemerintahan baru ini dilantik, beberapa perusahaan dan investor internasional yang telah menunggu, telah mulai proses investasi mereka di negara ini. Rupee kini mulai menguat, didorong oleh kebijakan stabil yang sedang diperdebatkan, yang menggerakkan kegiatan ekonomi dan sebaliknya, menciptakan peluang pekerjaan yang lebih banyak. Sebagaimana kita melihat Union Budget, yang direpresentasikan oleh Uni Kementrian Keuangan, Nirmala Sitharman, berbagai kebijakan ekonomi yang lebih kuat telah diperdebatkan, dengan mengingat lingkungan yang kondusif untuk kelancaran reformasi.

Anggaran ini memperjelas niat pemerintah untuk mematuhi disiplin fiskal, membersihkan sistem korupsi sementara menghindari keputusan yang menggerakkan mentalitas populis, dengan demikian melanjutkan rencana pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

Berfokus pada bidang-bidang penting seperti infrastruktur – jalanan, listrik, pasokan air dll – Anggaran ini juga menempatkan banyak dorongan pada bidang-bidang inti seperti pendidikan, wirausaha, infrastruktur online dan teknologi, pembayaran digital dan memudahkan bisnis.

Kebangkitan kekuatan wanita

Pemerintah baru ini juga merupakan perwakilan dari visi PM Modi akan masyarakat netral gender, dengan berfokus pada status yang sama bagi semua. Dengan 78 parlemen wanita dari 716 nominasi wanita – angka tertinggi di Lok Sabha – pemberdayaan perempuan akan, tanpa diragukan lagi, menjadi pusat dari kebijakan di bawah kepemerintahan yang baru dipilih ini. Perdana Menteri sendiri telah menegaskan hal ini pada pidato kemenangannya di Aula Pusat Parlemen, ketika ia mengatakan: “Wanita, pada pemilihan ini, telah melakukan kinerja yang sama baiknya, bahkan lebih baik.” Sang PM India kemudian memuji kekuatan perempuan sebagai “raksha kawach” (baju perang pelindung). Beberapa portopolio penting dalam kepemerintahan PM Modi kini dikepalai oleh para pemimpin wanita: Nirmala Sitharaman sebagai Menteri Keuangan, Smriti Irani sebagai Menteri Tekstil dan Pengembangan Wanita dan Anak, dan Harsimrat Kaur Badal di kuris Kementrian Pemprosesan Makanan.

Perdana Menteri Narendra Modi dan para anggota dari kabinetnya yang baru dibentuk selama upacara pelantikan, di Rashtrapati Bhavan

Kepercayaan pemberdayaan

Selama masa jabatan PM Modi yang lalu pada tahun 2014, skema-skema yang diluncurkan oleh kepemerintahannya telah memainkan peran krusial dalam mengembalikannya sebagai Perdana Menteri di tahun 2019. Program-program peningkatan sosial yang menonjol seperti Misi Swachh Bharat dan Beti Bachao Beti Padhao diarahkan untuk memicu perubahan perilaku dalam pemikiran orang-orang, menerima dukungan masif dari seluruh penjuru daratan India. Dari Ayushman Bharat (skema kesehatan) hingga PM-AWAS (sebuah skema perumahan) yojanadan PM KISAN (dukungan ekonomi bagi para petani skala kecil) yojana, skema-skema ini mentarget setiap bidang masyarakat dan berhasil membentuk sebuah citra terkonsolidasi dan positif dari kepemerintahan ini. Skema-skema asuransi bagi kalangan masyarakat ekonomi rendah dengan premi yang hampir tidak ada, memunculkan moto pemerintah “Sabka Vikas (Tumbuh untuk semua)”.

PM dari Bhutan, Lotay Tshering, Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, Presiden Kyrgyzstan, Sooronbay Jeenbekov, Presiden Bangladesh, Abdul Hamid, Presiden India, Ram Nath Kovind, Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli dan utusan khusus dari Thailand, Grisada Boonrach pada upacara pelantikan tersebut

Faktanya, skema unggulan pemerintah, PM Modi Samman Nidhi Yojana, yang menjanjikan jaminan pendapatan bagi para petani, mendapat pujian dari Australia dan UE pada Organisasi Perdagangan Dunia baru-baru ini. Baik Australia dan UE mengatakan bahwa skema-skema serupa seharusnya dapat diperluas di India untuk mencakup lebih banyak produk.

S Jaishankar, seorang sektretaris asing yang telah dilantik sebagai Menteri Luar Negeri India yang baru di india pada konferensi Hari Yoga Internasional kelima

Dalam skenario perkotaan, PM Modi seringkali mengatakan bahwa inisiatif-inisiatif seperti PM Awas Yojana dan Kota Cerdas telah mengubah lanskap India. Sang Perdana Menteri menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut dirumuskan oleh BJP yang dipimpin oleh pemerintah PM Modi pada masa jabatan pertamanya yang menghasilkan perubahan paradigma pada pembangunan perkotaan di India, yang pada akhirnya mengubah jutaan hidup. Menambahkan bahwa inisitaif-inisiatif ini telah melihat rekor investasi, kecepatan, penggunaan teknologi dan partisipasi publik. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur perkotaan. Tidak ada batu yang terlewatkan untuk mencapai mimpi dalam memberikan perumahan yang bagi semua, yang akan memberikan sayap-sayap bagi jutaan aspirasi,” kata PM Modi. Jika pada tahun 2014, Swachh Bharat (India yang bersih) dan fokus dalam meningkatkan mata pencaharian di pedesaan India merupakan titik utama, pada tahun 2019, dorongan ini akan terus dilakukan. Anggaran ini mengusulkan beberapa skema-skema kesejahteraan baru, termasuk pertukaran saham sosial, yang, melalui sebuah panggung penggalangan dana elektronik, diharapkan mampu membantu perusahaan-perusahaan dan organisasi sukarela dan program “Gaon, Gareen aur Kisan” (desa, pengentasan kemiskinan dan petani). Fokus anggaran ini adalah untuk menyediakan koneksi gas dan pasokan energi ke setiap rumah pada tahun 2022, masing-masing melalui skema Ujjwala dan Pradhan Mantri Sahaj Bijli Har Ghar Yojana, ada di baris ini. Tahun yang sama telah ditetapkan sebagai target bagi pemerintah untuk membangun dan mengirimkan 19.5 juta rumah di pedesaan India. Skema yang paling banyak dibicarakan, bagaimanapun, adalah Jal Shakti Abhiyan, yang berfokus pada program “Har Ghar Jal” (air untuk setiap rumah), dan untuk ini, pemerintah telah siap mengidentifikasi 1,592 blok di 256 wilayah di seluruh India yang krisis air.

Mantan pemain kriket dan MP pertama dari New Delhi (Timur), Gautan Gambhit tiba untuk menghadiri sesi pertamanya pada Parlemen.

Jalan ke depan

Ketika PM Modi baru-baru ini mengumumkan visinya yang hampir dua kali besar ekonomi India hingga 5 triliun Dollar AS dalam lima tahun dengan meningkatkan pendapatan per kapita, meningkatkan konsumsi dan meningkatkan produktivitas, para skeptis mengangkat alis. Namun seperti yang ia jelaskan, dengan determinasi dan kerja keras, hal ini bukan tidak mungkin.

Visi pemerintah ini akan, tidak diragukan lagi, membutuhkan reformasi yang besar sebagaimana visi ini akan harus berani dan mengatasi tantangan kuat di masa depan ekonomi yang telah diperkirakan. Rencana-rencana pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkrit untuk mengatasi Aset Non-Performing dalam sektor bank, meningkatkan tingkat ekspor, mengatasi segala bentuk krisis agraria dan meningkatkan investasi publik dalam pembangunan infrastruktur tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal. Hal ini akan membutuhkan penyederhanaan struktur pajak untuk meningkatkan kemudahan berbisnis dan memastikan jaring pajak yang lebih luas, rencana yang telah telah dipersiapkan dalam RUU GST (Barang dan Jasa) yang sekarang telah disepakati.

Nirmala Sitharaman, Menteri Keuangan dan Menteri Urusan Korporasi bersama Smriti Irani, Menteri Pengembangan Wanita dan Anak dan Menteri Tekstil di kabinet yang baru dibentuk ini

Dengan satu juta tempat pemungutan suara, 2.33 juta unit pemungutan suara, 1.63 juta unit kontrol, 1.73 juta VVPAT (jalur audit kertas yang dapat diverifikasi pemilih), dan 11 juta petugas pemilihan dan hampir 729 juta pemilih wanita, pemilihan umum India pada tahun 2019 dapat disebut sebagai pemilihan umum terbesar di dunia yang pernah dilakukan. Sebuah zaman yang mendefinisikan manfat yang telah dianugerahkan kepada Perdana Menteri Modi. Tetapi kebijakan-kebijakan keuangan dan kesejahteraan yang ditetapkan bersama dengan sikap diplomatik internasional India yang positif pada pertemuan G20 di Osaka mengungkapkan bahwa pemerintah ini telah berada pada jalur yang tepat sebagaimana negara ini bertujuan untuk menciptakan sebuah India baru tepat saat ia mendekati peringatan hari kemerdekaan yang ke-75.

Patanjali Pundit

A graduate of Columbia University and London School of Economics, Patanjali Pundit is a historian, writer and entrepreneur.
error: Content is protected !!