Kemajuan

Di jalur buas

Isu 05, 2020

Di jalur buas

Nirmal Ulhas Kulkarni |penulis

Isu 05, 2020


Bidang perlindungan dan pelestarian satwa liar di India telah menerima manfaat dari kemajuan teknologi. Ahli konservasi, Nirmal Ulhas Kulkarni menjelaskan bagaimana beberapa inovasi ilmiah kini mencoba memastikan pelacakan beberapa spesies satwa liar dan membantu mengurangi tingkat pemburuan secara liar

Bidang ekologi dan keanekaragaman hayati telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Bidang-bidang ini telah bertransformasi dari upaya pelatihan observasi yang terkait lapangan ke gabungan dari berbagai subjek. Biologi konservasi telah memperoleh banyak manfaat dari kemajuan ilmiah, mulai dari alat genetika molekuler hingga teknologi luar angkasa. Informasi-informasi yang diperoleh dari teknik-teknik canggih ini sangat bermanfaat dalam membuat perencanaan konservasi.

Bayi-bayi gajah yang berjalan dekat dengan induk-induk mereka di Taman Nasional Jaldapara di Dooars, Bengal Barat

Salah satu dari kasus contoh dari intervensi teknologi di bidang konservasi satwa liar di India dilakukan pada akhir tahun 1990-an di Cagar Alam Harimau Nagarhole, Karnataka, dalam upaya memantau kucing-kucing besar tersebut di bawah bimbingan ahli zoologi dan biologi, Dr Ulhas Karanth. Ini merupakan kali pertama di India di mana sebuah populasi satwa liar diambil sampelnya secara sistematis dan melelahkan dengan sistem grid yang telah ditentukan. Sejak saat itu, beberapa kamera pemantau secara konsisten telah dikerahkan untuk berbagai tujuan pemantauan satwa liar dalam studi perilaku dan ekologi.

Seorang ahli burung menggunakan perangkat telemetri radio untuk melacak pola-pola gerakan burung

Hari ini, kamera pemantau gerakan dan panas canggih yang mampu menangkap gambar dan video dalam cahaya redup serta hemat daya telah menjadi alat-alat yang dibutuhkan oleh para pengelola satwa liar serta para ilmuan konservasi di seluruh negeri. Beberapa percobaan kamera pemantau ini berhasil menangkap data yang digunakan untuk memperkirakan ukuran populasi, keberagaman spesies, tempat hunian atau indikasi kelimpahan yang relatif yang merupakan beberapa studi berbasis ekologi. Saat ini, hampir setiap habitat satwa liar dan hutan belantara di India telah berada di bawah pengawasan beberapa kamera pemantau.

Penggunaan dari kalung pelacak saat ini juga merupakan salah satu metode yang sangat umum untuk memantau spesies mamalia besar di India. Pelacakan radio ini melibatkan pemasangan kalung radio atau perangkat radio yang mampu memancarkan sinyal pada hewan-hewan studi. Kebanyakan studi radio telemetri distrukturkan pada modul-modul yang berbasis para bidang konservasi dan ekologi yang dibutuhkan untuk mengerti perilaku hewan. Salah satu dari proyek perdana dalam penggunaan radio telemetri dari king kobra dilakukan di pemukiman Agumbe, Karnatakan, yang di pimpim oleh herpetelogis terkemuka, Romulus Whitaker, dari Stasiun Penelitian Hutan Hujan Agumbe.

Saat ini, sebuah proyek sedang dilakukan untuk mengurangi angkat kematian gajah yang disebabkan akibat tabrakan kereta api di Bengal Barat. Proyek ini merupakan kolaborasi antara Departemen Kehutanan Bengal Barat, Institut Cagar Alam India (WII), Organisasi Instrumen Ilmiah Pusat dan Yayasan Ear to the wild. Proyek bekerja dalam mengembangkan sensor yang ditujukan untuk mendeteksi pergerakan gajah pada jalur-jalur kereta api sehingga kereta api yang sedang melaju cepat dapat diperingatkan untuk memperlambat atau menghindari kematian gajah-gajah Asia ini.

Beruang-beruang hitam Asia biasanya ditemukan di wilayah-wilayah timur laut India dan taman-taman nasional Ranthambore dan Kaziranga

Untuk mengerti teritorialisasi dari beberapa spesies dan perilaku mereka membutuhkan pemetaan dan analisis demografis yang kuat yang dilapisi dengan pola dan proses geografi dan fisiografis. Pemantauan dan pemetaan dari data ini menawarkan wawasan tentang kepadatan populasi, distribusi, heterogenitas khusus dan pergerakan dari spesies-spesies ini. Dengan demikian, ekologi spasial dan Sistem Informasi Geografis atau pengideraan jauh telah menjadi alat-alat yang vital dalam memetakan perubahan di bidang ekologi dan konservasi.

Bidang ekologi molekuler dan konservasi genetik telah berkontribusi besar dalam mengungkap pola serta pemahaman terhadap proses dibalik distribusi sejarah dan geografis setiap spesies. Berkat sinergi yang kuat dan mendalam antara bio-teknologi dan teknologi informatika, badan anti kriminal satwa liar kini memiliki dasar yang kuat untuk mengidentifikasi dan menangkap para pemburu gelap serta sindikat-sindikat kejahatan terhadap satwa liar lainnya. Terobosan teknologi berbasis ilmu pengetahuan modern kini telah dibuat menjadi lebih sederhana dan lebih akurat dengan munculnya teknologi tes DNA. Kontribusi dalam hal ini telah diupayakan oleh Centre for Cellular dan Biologi Molekuler serta WII, yang telah mengembangkan prosedur terbaru untuk mengidentifikasi beberapa spesies hewan.

Pada tahun 2010, Otoritas Konservasi Harimau Nasional pemerintah India (NTCA) meluncurkan Monitoring System for Tigers: Intensive Protection and Ecological Status (M-StrIPES) di seluruh cagar harimau di India. Tujuan utama dari sistem perangkat lunak canggih ini adalah untuk memperkuat patroli dan pengawasan Hewan Nasional India, Harimau Bengal. Sistem ini memberikan informasi langsung bagi para pengelola satwa liar untuk meningkatkan perlindungan dan memastikan konservasi jangka panjang.

Perkenalan studi molekuler (sekuensing DNA berbasis PCR) di India memberikan sebuah platform untuk sebuah metode pengambilan sampel, identifikasi dan pemeliharaan non-invasif dari identitas dari setiap spesies yang sangat membantu upaya-upaya konservasi. Studi-studi molekuler yang berbasis PCR menawarkan jalan untuk menganalisis sampel yang rusak dan terdegradasi, termasuk fosil, yang membantu menghubungkan spesies masa lalu dan masa kini, yang pada akhirnya, memprioritaskan upaya-upaya konservasi spesies-spesies yang berada di dalam daftar terancam punah.

Berbagai metode dan alat yang kini digunakan di hutan-hutan India untuk melindungi hewan-hewan liar membuktikan bahwa kemajuan bidang konservasi dan ekologi, dengan munculnya teknologi, telah berhasil matang menjadi disiplin ilmu selama beberapa tahun terakhir di negara ini. Langkah-langkah yang didukung oleh perubahan-perubahan kebijakan yang positif dari pemerintah kini sangat membantu membentuk strategi-strategi konservasi India pada milenium baru.

Nirmal Ulhas Kulkarni

Kepala Pusat Penelitian Mhadei, Goa, Nirmal Ulhas Kulkarni merupakan seorang herpetologis, ahli ekologi lapangan dan fotografer satwa liar. Ia juga merupakan salah satu dari anggota terlama yang telah bertugas di Dewan Penasihat Satwa Liar Negara Bagian Goa.
error: Content is protected !!