Kemitraan

Sahabat-sahabat dari timur

Isu 04, 2019

Sahabat-sahabat dari timur

Anil Wadhwa |penulis

Isu 04, 2019


Kebijakan Aksi Timur India berfokus pada lingkungan luas di wilayah Asia-Pasifik. Kebijakan yang awalnya disusun sebagai sebuah inisiatif ekonomi telah memperoleh dimensi politik, strategis dan budaya yang mana mantan duta besar Anil Wadhwa jelaskan berbagai perubahannya baru-baru ini

Pada awal tahun 1990, India memperkenalkan Kebijakan Melihat ke Timur, yang ditransformasi pada tahun 2015 menjadi sebuah Kebijakan Aksi Timur yang bertujuan untuk melayani tujuan bersama akan hubungan komersial yang lebih kuat bersama wilayah dan negara-negara Indo-Pasifik lainnya dan untuk menciptakan peluang-peluang pembangunan bagi wilayah Timur Laut India. Tiga C yaitu, Commerce, Culture dan Connectivity – telah menjadi pilar-pilar bagi Kebijakan Aksi Timur India. Selama bertahun-tahun, India telah membuat langkah besar berkenaan dengan ASEAN (Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara) dan kerangkanya yang terkait seperti ARF (Forum Regional Asean), EAS (Pertemuan Asia Timur) dan ADMM+ (Rapat Plus Tingkat Menteri Pertahanan ASEAN) dan juga dengan negara-negara Timur lainnya, termasuk Jepang, Korea Utara, Australia dan kepulauan Pasifik. Kemajuan ini biasanya disebut sebagai Aksi Timur Jauh dan telah diperluas hingga ke Rusia dan jauh ke timur. Dari sebuah dialog mitra pada tahun 1996, India telah berhasil meraih mitra tingkat pertemuan pada tahun 2002, dan Mitra Strategis dari ASEAN pada tahun 2012. Hari ini, India terlibat pada setidaknya 30 dialog dalam berbagai bidang dengan ASEAN. India membutuhkan integrasi ekonomi yang lebih dalam bersama ASEAN dan perlu terlibat secara aktif, karena program ini merupakan sebuah pengelompokan dana sebesar 1.85 miliar Dolar AS dan memiliki PDB sebesar 3.8 triliun Dolar AS.

Perdana Menteri India, Narendra Modi bersama para pemimpin wilayah pada Pertemuan India-ASEAN ke-16 di Bangkok

ASEAN telah berinvestasi sebesar 68.91 miliar Dolar AS antara bulan April 2000 hingga Maret 2018 untuk India dan India telah berinvestasi sebesar 36.67 miliar Dolar AS pada ASEAN antara tahun 2007 dan 2015. India dan negara ASEAN secara keseluruhan serta lima mitra ASEAN lainnya – Cina, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan dan Jepang – telah terlibat dalam sebuah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi dan saling menguntungkan. Sebuah aspek penting dalam meningkatkan hubungan ekonomi adalah dengan meningkatkan konektivitas – melalui darat, laut dan udara – antara India dan ASEAN. India akan melakukan yang terbaik untuk mempercepat konstruksi dari jalan raya trilateral yang menghubungkan India, Myanmar dan Thailand, dan akan kemudian memperluasnya hingga ke Laos, Kamboja dan Vietnam. Sebuah jalur kredit sebesar 1 miliar Dolar AS telah diumumkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada tahun 2015 untuk meningkatkan konektivitas digital dan infrastruktur bersama ASEAN. Jalan raya trilateral ini diperkirakan akan dibuka pada tahun 2020 dan berbagai upaya telah dilakukan untuk memasok infrastruktur lunak yang dibutuhkan untuk pembukaan sukses nantinya. Hubungan jalur laut juga merupakan hal yang penting antara badan laut timur India, termasuk konektivitas pelabuhan Ennore dan Chennai ke negara-negara CMLV. India juga sedang berupaya untuk bermitra dengan ASEAN dalam meningkatkan kerja sama ekonomi biru – dengan berinvestasi dalam pembangunan dari teknologi desalinasi, dengan memanen keanekaragaman hayati dan pencarian/penggalian dari mineral laut di lautan. India sedang mempersiapkan jaringan pengawasan pantai dan terus meningkatkan kapasitas akan Kesadaran Domain Maritim bersama mitra-mitranya. India juga telah mendirikan Green Fund dengan ASEAN, yang dapat membantu dalam melaksanakan proyek kerja sama dalam mitigasi dampak iklim.

Vijay ThakurSingh (ketiga dari kanan), sekretaris (Timur) untuk MEA, menghadiri Pertemuan Pejabat Senior KerjasamaMekongGanga ke-11 di New Delhi baru-baru ini

Baru-baru ini, India mempromosikan sentralitas dan kemampuan dari ASEAN di wilayahnya; bertujuan untuk memperkuat BIMSTEC (Inisiatif Teluk Benggala untuk Kerjasama Teknis dan Ekonomi Multisektoral) guna mempromosikan kerjasama di Teluk Bengal; dan terlibat dengan kelompok KerjasamaGangaMekong, untuk mempromosikan hubungan yang lebih besar antara negara ini dengan negara-negara Indo-Cina. Forum bagi India dan Wilayah-Wilayah Kepulauan Pasifik (FIPIC) juga telah didirikan pada tahun 2014. India memberikan 200,000 Dolar AS secara bergantian setiap tahunnya kepada setiap 14 wilayah kepulauan yang merupakan anggota dari FIPIC untuk proyek-proyek pembangunan. Sebuah pembangunan penting di wilayah ini adalah kebangkitan kelompok tak resmi Quad – yang terdiri dari India, Jepang, Australia dan Amerika Serikat – untuk mengkoordinasikan posisi di wilayah Indo-Pasifik. India dapat bekerja dengan negara-negara Quad dalam proyek-proyek infrastruktur dengan mengumpulkan sumber daya. India dapat menggunakan bidang teknologi informasinya yang khusus untuk memberdayakan manajemen risiko dan kebiasaan.

Sebuah aspek penting dalam meningkatkan hubungan ekonomi adalah dengan meningkatkan konektivitas – melalui darat, laut dan air – antara India dan ASEAN

Para pemimpin wilayah pada Pertemuan ASEAN ke-35 di Bangkok, Thailand pada tanggal 3 November

Di masa yang akan datang, India akan harus gesit dan cepat dalam menyelesaikan proyek-proyek konektivitasnya dengan ASEAN. Negara ini juga akan harus membangun hubungan pertahanan, politik, budaya dan sosioekonomi yang kuat dan menciptakan sikap saling ketergantungan dengan negara-negara wilayah yang disebut dan menjaga wilayah sekitarnya tetap aman, komunikasi jalur lautnya terbuka dan memastikan sebuah lingkungan eksternal yang stabil dan damai bagi pembangunan ekonominya.

Anil Wadhwa

Anil Wadhwa menjabat sebagai Duta Besar India untuk Italia, Polandia, Oman dan Thailand. Seorang anggota Dinas Luar Negeri India dari 1 Juli 1979 hingga 31 Mei 2017, Wadhwa telah melayani di misi India di Hong Kong, Beijing, Jenewa, Warsawa, Muskat, Bangkok dan Roma. Saat ini ia adalah Senior Fellow dan Cluster Leader di Vivekananda International Foundation di New Delhi.
error: Content is protected !!